Senin, 21 Februari 2011

Outbound Training

Outbound Training Dari laporan terbaru  terjadi peningkatan jumlah yang signifikan dari 54.474 orang pada tahun 2009 menjadi 75.819 orang pada tahun 2011 pelajar asing yang datang ke Malaysia. Bisa dibayangkan jutaan ringgit keuntungan yang didapatkan oleh pemerintah setiap tahunnya dari bisnis ini. Beberapa alasan mereka memilih Malaysia Outbound Traininguntuk melanjutkan studi adalah selain biaya pendidikan dan hidup yang terjangkau. Malaysia adalah negara dengan populasi Muslim yang besar dan kondisi politik negara yang  stabil dan sehingga mereka dapat hidup dengan aman. Alasan lain adalah kondisi geografis, iklim, budaya dan keindahan alan Malaysia.

Apa yang salah dengan dengan Indonesia?Outbound Training Indonesia juga memiliki populasi muslim terbesar di dunia. Dari segi kondisi geografis, iklim, budaya dan keindahan alam, Indonesia jelas jauh lebih mempesona. Demikian juga dari kualitas individu pengajar dan grade universitas, Indonesia tidak kalah dari Malaysia. Dari hasil laporan terakhir 4International Colleges and Universities 2011 disebutkan bahwa Institut Teknologi Bandung dan Universitas Indonesia masuk dalam 200 besar universitas terbaik di dunia. Sementara tidak satu pun universitas di Malaysia yang berhasil dalam 200 besar tersebut.
Outbound Training Indonesia sebagai salah satu negara yang kaya dengan sumber alamya, ternyata juga negara yang paling banyak mengekspor tenaga kerja ke luar negeri. Begitu banyak kisah sedih yang kita dengar tentang nasib penyumbang devisa negara tersebut.  Terutama mereka yang bekerja di bidang nonformal seperti pembantu rumah tangga, pekerja kebun dan penjaga toko.

Outbound Training Mengapa Indonesia tidak mencoba mencari peluang lebih terbuka di bidang pendidikan untuk mendatangkan mahasiswa mahasiswa asing untuk menuntut ilmu di negara ini? Malaysia contohnya, negara tetangga terdekat Indonesia telah sukses meraup keuntungan besar di bisnis pendidikannya. Ribuan pelajar dari luar Malaysia, khususnya dari negara Arab seperti Jordan, Mesir, Irak, Libya, Yaman, Arab Saudi dan termasuk dari China, Thailand, Pakistan, Bangladesh dan dari Indonesia, datang setiap tahun berbondong-bondong ke Negeri Jiran ini untuk melanjutkan studi mereka.
Outbound Training Melakukan prediksi cuaca bukanlah perkara sederhana, dibutuhkan formulasi kondisi cuaca sebagai fungsi waktu yang disebut dengan model cuaca. Model cuaca sebagaimana formulasi matematis dalam aplikasi fisis pasti memiliki rentang ketidakpastian (range of uncertainty). Rentang ketidakpastian muncul karena beberapa hal, salah satu yang mendasar ialah penjalaran ketidakpastian dari data akibat keterbatasan tingkat ketelitian alat ukur yang digunakan.Outbound Training Kemudian juga sifat dari formulasi yang digunakan apabila bersifat acak (chaos) maka hasil keluarannya akan memberi nilai berbeda-beda dan membentuk suatu sebaran, pola sebaran ini juga memberikan informasi tentang rentang ketidakpastian.

Sifat dari formulasi Outbound Training model cuaca telah diidentifikasi sebagai chaos, hal ini membuat rentang ketidakpastian dari hasil prediksinya menjadi penting. Rentang nilai ini kerap ditampilkan dalam suatu rentang statistik dengan probabilitas 90-99%, ini artinya kemungkinan besar nilai prediksi yang muncul berada pada rentang nilai tersebut tanpa ada satu nilai yang pasti. Menjadi penting untuk dicermati kemudian ialah sebesar apa rentang ketidakpastian ini, sebab apabila rentang nilai ini terlalu besar maka hasil prediksi bisa dinilai tidak signifikan dan disarankan untuk diabaikan. Dengan kata lain, model tersebut tidak dapat dipercaya.

Laporan BMKG pada Juli 2010 tidak menampilkan rentang Outbound Training ketidakpastian untuk hasil prediksi indeks Nino (parameter ukur kejadian El Nino-La Nina) tertanggal 14 Juni 2010. Pada pemutakhiran dokumen tertanggal 3 Januari 2011 BMKG melampirkan sebaran hasil prediksi indeks Nino yang bisa memberikan gambaran Outbound Training tentang rentang ketidakpastian. Sayangnya hal ini hanya muncul pada laporan hasil prediksi indeks Nino oleh lembaga cuaca luar negeri (NOAA-Amerika, JAMSTEC-Jepang dan BOM-Australia) tapi tidak dengan BMKG sendiri. Kondisi ini tentunya menjadi tanda tanya besar akan kualitas model cuaca yang digunakan oleh BMKG, sebab apabila ternyata nilai rentang ketidakpastian cukup besar maka selayaknya hasil tersebut tidak diinformasikan ke-publik.
Outbound Training Pada 2010 kemarin kondisi cuaca di musim kemarau (Juni, Juli dan Agustus) tetap menunjukkan tingkat curah hujan di atas normal, hal ini membuat Kepala Divisi Perubahan Iklim BMKG menyebutnya sebagai periode "Kemarau Basah". Kondisi cuaca seperti ini memberi pengaruh buruk yang signifkan pada sektor pertanian, kegagalan panen terjadi mulai dari tebu, tembakau sampai di awal 2011 ini terjadi pada komoditi cabai. Dampak buruk ini telah dirasakan di berbagai daerah, yaitu dengan meningkatnya harga komoditi tani.

BMKG sebagai badan Outbound Training yang bertanggung jawab memantau, menganalisa dan menginformasikan kondisi iklim/ cuaca ke masyarakat telah mengeluarkan informasi tentang kemungkinan terjadinya kemarau basah sejak awal 2010, informasi ini terus diperbaharui (terakhir 3 Januari 2011). Kejadian La Nina diidentifikasi sebagai pendorong utama di samping faktor-faktor lainnya. Dalam dokumentasinya BMKG juga melampirkan hasil prediksi kondisi La Nina 2-3 bulan ke depan yang disandingkan dengan hasil prediksi badan-badan cuaca internasional lainnya. Hasil prediksi ini terus diperbarui oleh BMKG (di samping informasi kondisi terkini) Outbound Training dan publik bisa mendapatkannya dari situs BMKG di internet.
Outbound Training Perseteruan antara Gayus Lumbuun dengan mantan koleganya di BK DPR belum juga berakhir. Politisi senior PDIP itu menggugat kepatutan anggota BK DPR yang ikut merancang dan mengumumkan usulan revisi kode etik anggota DPR dengan mengungkit kasus tari perut di Turki.

Tentu saja anggota BK DPR melakukan 'serangan balasan'. Outbound Training Maka terjadilah aksi sindirin berbalas ancaman antara Gayus Lumbuun vs Anshari Siregar (Fraksi PKS) dan Nudirman Munir (Fraksi Golkar) dalam sidang paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/2/2011).

Insiden dimulai dari sesi pembacaan rancangan revisi kode etik anggota DPR yang memang menjadi salah satu agenda pokok rapat paripurna siang ini. Outbound Training Seusai draf tuntas dibacakan oleh Nudirman Munir selaku Wakil Pimpinan BK DPR, seluruh peserta sidang berkesempatan menyampaikan padangannya.

Gayus Lumbuun mendapat giliran ke-4. Meski tidak secara tersurat, Outbound Training tapi pernyataannya jelas merujuk pada perjalanan dinas anggota BK DPR ke Yunani untuk melakukan studi banding soal etika yang menjadi ramai karena 'mampir' ke Turki.

"Yang ingin saya ingatkan adalah kepatutan Outbound Training dari anggota yang membahas ini. Ada pengaduan publik soal pelanggaran etika yang melibatkan pimpinan BK sendiri, seharusnya itu dahulu diselesaikan," ujar Gayus yang intens mengungkit kasus ini.

"Sekarang ada 20 pengaduan yang tidak tertangani. Karena itu kelayakan anggota BK yang ikut memproses perancangan ini harus dipertanyakan. Sebab banyak sekali laporan termasuk soal perjalanan dinas," sambung politisi PDIP ini dari tempat duduknya.

Pernyataan itu langsung disambar Outbound Training oleh Anshori Siregar, anggota BK DPR dari Fraksi PKS. Dia menuding bahwa sebenarnya Gayus Lumbuun yang menyebarkan isu soal tari perut dan minta agar pernyataan itu dicabut.

"Perjalanan kami ke sana tak ada yang salah. Outbound Training Saya tahu semua berita tentang tari perut itu berasal dari Abangnda Gayus Lumbuun. Tidak benar kami menonton tari perut. Mohon Abangnda Gayus Lumbuun mencabut omongannya," ujarnya dalam intonasi suara yang terdengar tinggi.

"Salahkah saya sebagai pimpinan BK saat itu mengusut pengaduan dari masyarakat? Itu jawaban saya," sergah Gayus.

Kini giliran Nudirman Munir Outbound Training yang menanggapinya. Politisi senior dari Partai Golkar itu mengingatkan rapat paripurna bukan ajang untuk saling membuka luka lama. Tapi bila Gayus Lumbuun menghendaki demikian, dia siap buka-buka informasi soal aib.

"Ini bukan ranahnya caci maki atau nuduh-menuduh, ada tempatnya kita bicara soal itu. Di dalam rapat ini saya bisa buka hal-hal yang bisa menjadi aib, tetapi saya tahu ini bukan tempatnya. Jangan diteruskan, kalau diteruskan saya bisa buka siapa yang melakukan apa," ancamnya.

"Saya minta kepada Bapak Pimpinan sidang untuk selesaikan masalah ini," sambung Nudirman.
Outbound Training Penolakan Megawati Soekarnoputri untuk memenuhi pemeriksaan penyidik KPK, dapat dianggap mempersulit proses hukum kasus tindak pidana korupsi. Sesuai ketentuan UU, warga negara yang bertindak demikian dapat diancam hukuman 12 tahun penjara.

Demikian kata Outbound Training Petrus Selestinus, kuasa hukum Max Moein dan Poltak Sitorus, menanggapi penolakan Megawati memenuhi panggilan pemeriksaan KPK. Petrus dihubungi detikcom melalui telepon, Minggu (20/2/2011).

"Berbeda dengan Outbound Training pidana umum, ini kasusnya korupsi lho. Di UU-nya disebutkan warga negara yang menolak memberi keterangan bisa dianggap mempersulit penyidikan KPK dan karenanya diancam hukuman 12 tahun penjara," ujar Petrus.

Dia mengakui bahwa bisa saja seorang warga negara tidak bisa memenuhi panggilan dari KPK. Namun ada syarat dan ketentuan yang berlaku sehingga seorang warga negara yang dipanggil KPK tidak dapat memenuhi panggilan itu.

Sesuai prosedur berlaku, maka bila seorang saksi tidak memenuhi panggilan pertama maka akan disusul dengan pemanggilan yang ke dua lalu ke tiga. Bila pada pemanggilan yang ke tiga tetap tidak hadir, maka tindakan tersebut dapat dianggap sebagai mempersulit proses hukum dan karenanya penyidik KPK berkewajiban melalukan pemanggilan paksa.

"Memang statusnya Outbound Training (Megawati) saksi yang diajukan oleh tersangka. Itu merupakan hak dari tersangka dan penyidik KPK wajib memenuhinya. Kalau sampai tiga kali tidak hadir, harus dipanggil paksa," papar Petrus.

Menyinggung rencanaOutbound Training tim kuasa hukum yang akan datang ke KPK untuk mewakili Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dalam panggilan pertama KPK pada Senin (21/2) esok, dia mengingatkan agar tidak berlanjut hingga ke pemanggilan ke dua dan ke tiga. Sebab bagaimana pun yang perlu didengarkan keterangannya secara langsung oleh penyidik KPK adalah Megawati dan bukan tim kuasa hukum.
Outbound Training - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) hari ini melanjutkan hajatan di Istana Bogor yakni rapat kerja pemerintahan bidang ekonomi. Di hari kedua ini, Presiden akan memberikan berbagai instruksi termasuk mengantisipasi dan mengatasi permasalahan pangan.

"Juga besok akan saya sampaikan Outbound Training satu instruksi untuk kita jalan bersama untuk mengantisipasi dan mengatasi permasalahan pangan, akibat gejolak pangan di tingkat dunia dewasa ini," kata SBY di Istana Bogor Senin (21/2/2011) kemarin.

Hadir dalam rapat kerja pemerintahan ini semua menteri Kabinet Indonesia Bersatu II dan para Gubenrnur se-Indonesia.

Dijadwalkan, pukul 11.30 WIB presiden akan memberikan instruksi di hadapan semua menteri dan para gubernur.

Dalam Outbound Training sambutannya di pembukaan rapat kerja kemarin, Presiden SBY menyebutkan ada lima penyebab utama komitmen investasi batal dilaksanakan.Ada yang karena memang investornya ingkar janji, tapi tidak sedikit akibat birokrasi yang bertele-tele dan konflik kepentingan di lingkup pemimpin daerah. Berikut lima penyakit penghambat realisasi investasi: